D I S K O M I N F O

KABUPATEN GROBOGAN

Grobogan,  – Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Grobogan mengikutsertakan Tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko Keamanan Informasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 4–5 Desember 2025, bertempat di kantor PT Kata Suhu Kita Wirobrajan Kota Yogyakarta.

Pelaksanaan bimtek ini merupakan bagian dari agenda strategis Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi, sejalan dengan tuntutan transformasi digital serta meningkatnya ancaman serangan siber terhadap layanan publik. Keamanan informasi menjadi aspek krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel, sehingga peningkatan kompetensi Tim CSIRT menjadi prioritas penting.

Kegiatan dibuka oleh perwakilan manajemen PT Kata Suhu Kita, diikuti sambutan dari Dinas Kominfo Kabupaten Grobogan yang menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko keamanan informasi di setiap perangkat daerah. Narasumber dari PT Kata Suhu Kita kemudian menyampaikan materi secara terstruktur melalui sesi kelas, diskusi interaktif, simulasi, dan praktik penyusunan dokumen analisis risiko.

Adapun materi pokok yang disampaikan meliputi:

  1. Pengenalan konsep dasar keamanan informasi dan ruang lingkup manajemen risiko.
  2. Identifikasi dan klasifikasi aset informasi di lingkungan pemerintah daerah.
  3. Analisis ancaman dan kerentanan (threat & vulnerability assessment).
  4. Penilaian tingkat risiko menggunakan metode kualitatif maupun semi-kuantitatif.
  5. Penyusunan Rencana Perlakuan Risiko (Risk Treatment Plan) yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
  6. Pengenalan dan pemanfaatan kerangka kerja standar internasional, antara lain ISO/IEC 27001, ISO/IEC 27005, serta NIST SP 800-30.
  7. Simulasi penerapan manajemen risiko pada skenario insiden siber yang relevan dengan sektor pemerintahan daerah.

Melalui pendekatan teori dan praktik, peserta dibimbing untuk menyusun analisis risiko secara langsung, mulai dari identifikasi aset hingga rekomendasi mitigasi risiko yang dapat diterapkan pada layanan dan sistem informasi yang dikelola Dinas Kominfo serta perangkat daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Grobogan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan siber.
“Di tengah meningkatnya dinamika ancaman siber, penguatan kapasitas SDM dan implementasi manajemen risiko yang sistematis menjadi kunci agar layanan publik tetap aman dan berjalan optimal. Melalui bimtek ini, kami berharap Tim CSIRT semakin siap dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan insiden keamanan informasi,” ujarnya.

Pihak PT Kata Suhu Kita juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Grobogan serta menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor profesional dalam membangun ekosistem keamanan siber yang kuat.

Dengan selesainya kegiatan bimtek ini, Tim CSIRT Kabupaten Grobogan diharapkan dapat:

  • Menyusun dokumen manajemen risiko keamanan informasi pada sistem dan layanan prioritas.
  • Memberikan rekomendasi penguatan keamanan pada perangkat daerah.
  • Mengembangkan mekanisme penanganan insiden yang lebih terstruktur dan cepat.
  • Mendukung terwujudnya tata kelola keamanan informasi yang sesuai standar nasional dan internasional.

Dinas Kominfo merencanakan tindak lanjut berupa pendampingan implementasi manajemen risiko serta evaluasi berkala untuk memastikan penerapan keamanan informasi berjalan secara konsisten di seluruh OPD.

Kegiatan Bimtek Manajemen Risiko Keamanan Informasi ini menjadi langkah penting dalam upaya Kabupaten Grobogan memperkuat ketahanan siber daerah dan meningkatkan kualitas layanan publik berbasis digital.

Comments are closed